1. Jelaskan defenisi beberapa istilah berikut :
a. Ikatan peptide
b. Asam Amino N-Ujung Polipeptida
c. Energi aktivasi
d. Enzim
e. Asam Amino
f. Peptida
g. Asam Amino Esensial
h. Asam Amino Non-Esensial
i. Denaturasi protein
j. Substrat
2. Tuliskan stuktur/bagian
penyusun suatu enzim!
3. Tuliskan 6 golongan enzim secara berurutan disertai
fungsi aktivitasnya!
4. Tuliskan 5 jenis enzim pencernaan disertai fungsi
katalitiknya!
5. Jelaskan pengaruh pH dan Suhu terhadap aktivitas enzim.
6. Jelaskan pengaruh konsentrasi enzim terhadap aktivitas
enzim.
7. Tuliskan dalam bentuk table jenis ikatan yang dilibatkan
untuk membentuk stuktur polipeptida/protein primer, sekunder, tersier, dan
quarterner.
8. Isilah titik-titik dalam kolom fungsi protein di bawah
ini :
No
|
Fungsi Protein
|
Jenis protein
|
1
|
Penyusun stuktur sel kulit
|
Kolagen
|
2
|
………………………….
|
………………………….
|
3
|
………………………….
|
………………………….
|
4
|
………………………….
|
………………………….
|
5
|
………………………….
|
………………………….
|
6
|
………………………….
|
………………………….
|
9. Klasfikasikan 20 jenis asam amino ke dalam table golongan
rantai samping asam amino berikut ini :
No
|
Golongan Rantai Samping
|
Jenis protein
|
1
|
………………………….
|
- ……….
- ………..
- ……….
- ………..
- …………
- …………
|
2
|
………………………….
|
- ……….
- ………..
- ……….
- ………..
- …………
- …………
|
3
|
………………………….
|
- ……….
- ………..
- ……….
- ………..
- …………
- …………
|
4
|
………………………….
|
- ……….
- ………..
- ……….
- ………..
- …………
- …………
|
5
|
………………………….
|
- ……….
- ………..
- ……….
- ………..
- …………
- …………
|
10. Tuliskan fungsi dari 3 peptida sederhana berikut ini :
a. Insulin
b. Vasopresin
c. Glukagon
11. Insulin merupakan suatu peptide yang tersusun atas 2
rantai peptide. Gambarkan struktur molekul pembentukan ikatan peptide rantai A
insulin yang tersusun atas 21 jenis asam amino. Kemudian berikan penamaannya.
12. Jelaskan
perbedaan reaksi edman dan reaksi sanger
13. Jelaskan
fungsi reaksi ninhidrin
14. Tuliskan
3 jenis reaksi uji spesifik rantai samping asam amino.
15. Tuliskan
3 tahapan utama analisis kadar protein metode kjehdal disertai reaksi kimia
yang berlangsung dari setia tahapan.
16. Jelaskan
secara singka prinsip analisis kadar protein dengan metode Lowry.
17. Jika
pada suatu analisis protein metode kjehdal ditimbang sampel 1,5 gram. Setelah
melalui 3 tahapan utama prosedur diperoleh volume titrasi blanko 0,2 mL dan
volume titrasi sampel 5,7 mL. Hitunglah kadar protein dalam sampel!
5.
6.
Kadang-kadang terjadi
penyimpangan dari persamaan ini, sehingga diperoleh garis agak melengkung.
Biasanya, penyimpangan ini terjadi jika enzim yang dipelajari tidak dalam
keadaan murni, sehingga mungkin terdapat senyawa-senyawa penghambat reaksi
dalam jumlah yang sangat kecil. Sebaliknya, penyimpangan juga terdapat dalam
sediaan enzim dengan kemurniaan yang tinggi. Dalam keadaan ini, penyimpangan
disebabkan oleh senyawa pengaktif (aktivator), misalnya tidak adanya ion
tertentu, meskipun ph yang diperlukan sudah dipastikan dengan menggunakan
larutan dapar dan tidak hanya sekedar larutan dengan ph yang diperlukan
tersebut
7.
8.
9.
10.

1.
Jelaskan defenisi beberapa istilah berikut :
a) Ikatan peptide
Jawab :
Ikatan peptida
merupakan ikatan yang terbentuk ketika atom
karbon pada gugus karboksil suatu molekul berbagi elektron dengan atom nitrogen pada gugus
amina molekul lainnya. ikatan peptida hanya terdapat pada protein.
b) Asam Amino N-Ujung Polipeptida
Jawab :
Asam Amino N-Ujung
Polipeptida adalah amina pada ujung protein yang terikat secara kovalen yang
spesifik pada asam amino.
c) Energi aktivasi
Jawab :
Energi aktivasi
merupakan sebuah istilah yang diperkenalkan oleh Svante Arrhenius, yang didefinisikan sebagai
energi yang harus dilampaui agar reaksi kimia dapat terjadi. Energi aktivasi
bisa juga diartikan sebagai energi minimum yang dibutuhkan agar reaksi kimia
tertentu dapat terjadi. Energi aktivasi sebuah reaksi biasanya dilambangkan
sebagai Ea, dengan satuan kilo joule
per mol.
d) Enzim
Jawab :
Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi
tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik.
e) Asam Amino
Jawab :
Asam amino adalah
sembarang senyawa organik yang
memiliki gugus
fungsional karboksil (-COOH) dan amina
(biasanya -NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit:
keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α). Gugus karboksil
memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa.
Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan
basa dan menjadi basa pada larutan asam.
f)
Peptida
Jawab :
Peptida merupakan
molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Peptida terdapat pada setiap makhluk
hidup dan berperan pada beberapa aktivitas biokimia. Peptida dapat berupa enzim,
hormon, antibiotik, dan reseptor.
g) Asam Amino Esensial
Jawab :
Asam amino esensial
adalah Asam amino yang diperlukan oleh makhluk hidup sebagai penyusun protein
atau sebagai kerangka molekul-molekul penting. Ia disebut esensial bagi suatu
spesies organisme apabila spesies tersebut memerlukannya tetapi tidak mampu
memproduksi sendiri atau selalu kekurangan asam amino yang bersangkutan. Untuk
memenuhi kebutuhan ini, spesies itu harus memasoknya dari luar, yaitu lewat
makanan.
h) Asam Amino Non-Esensial
Jawab :
Asam amino non
esensial adalah asam amino yang bisa berasal dari makanan maupun dibentuk
sendiri oleh tubuh bila tubuh membutuhkannya melalui proses metabolisme tubuh.
i)
Denaturasi protein
Jawab :
Denaturasi protein merupakan suatu proses dimana terjadi
perubahan atau modifikasi terhadap konformasi protein, lebih tepatnya terjadi
pada struktur tersier maupun
j)
Substrat
Jawab :
Substrat adalah molekul organik yang telah berada dalam kondisi
siap/segera bereaksi, karena telah mengandung promoter.
Keberadaan katalis akan mempercepat reaksi substrat menuju
molekul produk, melalui reaksi kimiawi dengan energi aktivasi rendah yang membentuk senyawa intermediat. Walaupun demikian, tanpa katalis,
sebuah substrat akan bereaksi menuju sebuah produk, segera setelah energi
aktivasi reaksi kimia yang diarahkan oleh suatu promoter tercapai.
Enzim merupakan
protein (dengan sedikit pengecualian). Setiap enzim mempunyai konformasi yang sangat
tepat dan berlainan sebagai hasil dari beberapa tingkatan struktur struktur
protein. Oleh karena itu, struktur enzim memiliki kesamaan dengan macam
struktur protein.
2. Terdapat 4 macam
struktur enzim yaitu struktur primer, sekunder, tersier dan struktur kuartener.
- Struktur primer adalah rangkaian asam amino pada rantai polipeptida yang menyusun enzim
- Struktur sekunder terbentuk dari ikatan kimia yang lemah seperti pada ikatan hidrogen yang terbentuk di antara atom atom di sepanjang tulang punggung (backbone) rantai polipeptida. Struktur sekunder enzim merupakan interaksi lokal yang menghasilkan pola tiga dimensi berulang. Contoh struktur enzim sekunder adalah alfa heliks dan lembaran berlipat-beta.
- Struktur tersier melibatkan interaksi jarah jauh di antara rantai sisi asam amino. Struktur enzim tersier membentuk globular protein yang sangat akurat.
- Struktur kuartener enzim berhubungan dengan interaksi antara dua atau lebih subunit polipeptida yang berbeda pada sebuah protein fungsional
Dalam struktur enzim,
dikenal adanya situs aktif (active site). Pengertian situs aktif adalah daerah
terbatas di enzim tempat substrat atau banyak substrat berikatan dan tempat
reaksi enzimatik berlangsung. Suatu situs aktif enzim dapat berupa suatu
kantung atau galur di dalam molekul enzim.
3.
- Oksidoreduktase yaitu golongan enzim yang mengkatalisis pengambilan atom hidrogen dari suatu senyawa baik dehidrogenase maupun oksidase.
- Transferase yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pemindahan suatu gugus dari suatu senyawa kepada senyawa lain.
- Hidrolase yaitu enzim yang berperan sebagai katalis pada reaksi hidrolisis; baik pemecahan ester, glikosida & peptide.
- Liase yaitu enzim yang mengkatalisis dalam reaksi pemisahan gugus dari suatu substrat (bukan cara hidrolisis) atau sebaliknya.
- Isomerase yaitu enzim yang bekerja pada reaksi perubahan intramolekuler.
- Ligase adalah enzim yang mengkatalisis reaksi penggabungan dua molekul
5 jenis enzim
pencernaan disertai fungsi katalitiknya!
ORGAN
|
JENIS ENZIM
PENCERNAAN
|
FUNGSI ENZIM
PENCERNAAN
|
Kelenjar air liur
|
Enzim ptialin atau
amilase
|
Mencerna amilum
menjadi maltose
|
Lambung
|
Pepsin
|
Mengubah protein
menjadi pepton
|
Renin
|
Mengubah kaseinogen
menjadi kasein
|
|
Pankreas
|
Tripsin
|
Mengubah protein
menjadi polipeptida
|
Lipase Pankreas
|
Mengemulsikan lemak
menjadi asam lemak dan gliserol
|
|
Amilase Pankreas
|
Mengubah amilum
menjadi disakarida
|
|
Karbohidrae Pankreas
|
Mencerna amilum
menjadi maltose
|
|
Usus halus
|
maltase
|
Mengubah maltose
menjadi glukosa
|
laktase
|
Mengubah laktosa
menjadi galaktosa dan glukosa
|
|
enterokinase
|
Mengubah tripsinogen
menjadi tripsin
|
|
lipase
|
Mengubah lemak
menjadi gliserol dan asam lemak
|
|
peptidase
|
Mengubah polipeptida
menjadi asam amino
|
|
sukrase
|
Mengubah sukrosa
menjadi fruktosa dan glukosa
|
5.
Pengaruh suhu
Aktivitas enzim sangat
dipengaruhi oleh suhu. Untuk enzim hewan suhu optimal antara 35°C dan 40°C,
yaitu suhu tubuh. Pada suhu di atas dan di bawah optimalnya, aktivitas enzim
berkurang. Di atas suhu 50°C enzim secara bertahap menjadi inaktif karena protein
terdenaturasi. Pada suhu 100°C semua enzim rusak. Pada suhu yang sangat rendah,
enzim tidak benar-benar rusak tetapi aktivitasnya sangat banyak berkurang
(Gaman & Sherrington, 1994). Enzim memiliki suhu optimum yaitu sekitar 180-230C
atau maksimal 400C karena pada suhu 450C enzim akan
terdenaturasi karena merupakan salah satu bentuk protein. (Tranggono &
Setiadji, 1989).
Suhu yang tinggi akan
menaikkan aktivitas enzim namun sebaliknya juga akan mendenaturasi enzim
(Martoharsono, 1994). Peningkatan temperatur dapat meningkatkan kecepatan
reaksi karena molekul atom mempunyai energi yang lebih besar dan mempunyai
kecenderungan untuk berpindah. Ketika temperatur meningkat, proses denaturasi
juga mulai berlangsung dan menghancurkan aktivitas molekul enzim. Hal ini
dikarenakan adanya rantai protein yang tidak terlipat setelah pemutusan ikatan
yang lemah sehingga secara keseluruhan kecepatan reaksi akan menurun (Lee,
1992).
Pengaruh pH
pH optimal enzim
adalah sekitar pH 7 (netral) dan jika medium menjadi sangat asam atau sangat
alkalis enzim mengalami inaktivasi. Akan tetapi beberapa enzim hanya beroperasi
dalam keadaan asam atau alkalis. Sebagai contoh, pepsin, enzim yang dikeluarkan
ke lambung, hanya dapat berfungsi dalam kondisi asam, dengan pH optimal 2
(Gaman & Sherrington, 1994).
Enzim memiliki konstanta
disosiasi pada gugus asam ataupun gugus basa terutama pada residu terminal
karboksil dan asam aminonya. Namun dalam suatu reaksi kimia, pH untuk suatu
enzim tidak boleh terlalu asam maupun terlalu basa karena akan menurunkan
kecepatan reaksi dengan terjadinya denaturasi. Sebenarnya enzim juga memiliki
pH optimum tertentu, pada umumnya sekitar 4,5–8, dan pada kisaran pH tersebut
enzim mempunyai kestabilan yang tinggi 6.
Peningkatan
konsentrasi enzim akan meningkatkan kecepatan reaksi enzimatik. Dapat dikatakan
bahwa kecepatan reaksi enzimatik (v) berbanding lurus dengan konsentrasi enzim
[E]. Makin besar konsentrasi enzim, reaksi makin cepat( Hafiz Soewoto,2000) .
Semakin besar
konsentrasi enzim maka makin banyak pula produk yang terbentuk dalam tiap waktu
pengamatan. Dari pengamatan tersebut dapat dikatakan bahwa konsentrasi enzim
berbanding lurus dengan kecepatan enzim. Dengan bertambahnya waktu, pada tiap
konsentrasi enzim pertambahan jumlah produk akan menunjukkan defleksi, tidak
lagi berbanding lurus sejalan dengan berlalunya waktu tersebut. Fenomena itu
tentu mudah dimaklumi, karena setelah selang beberapa waktu, jumlah substrat
yang tersedia sudah mulai berkurang, sehingga dengan sendirinya produk olahan
enzim juga akan berkurang. Akan tetapi pada gambar 1 tampak pula dengan jelas,
bahwa defleksi tersebut makin jelas dengan makin tingginya konsentrasi enzim.
Sebaliknya, pada konsentrasi enzim yang rendah, dalam jangka waktu pengamatan
yang sama hubungan waktu dengan jumlah produk yang dihasilkan masih berbanding
lurus.
Hubungan antara laju
reaksi dengan konsentrasi enzim ternyata berbanding lurus. Jadi, makin besar
konsentrasi enzim, maka makin cepat laju reaksi.
7.
STRUKTUR POLIPEPTIDA
|
JENIS IKATAN
|
Struktur primer
|
Ikatan peptide
|
Struktur sekunder
|
Ikatan peptide dan ikatan hydrogen
|
Struktur tersier
|
Ikatan peptide, ikatan hydrogen, dan ikatan
rantai samping (ion/kovalen)
|
Struktur kuartener
|
Ikatan antara tersier dan tersier
|
8.
No
|
Fungsi Protein
|
Jenis protein
|
1
|
Penyusun stuktur sel
kulit
|
Kolagen
|
2
|
membantu pencernaan
dengan memecah molekul kompleks seperti pati dan protein masing-masing,
menjadi lebih sederhana, sehingga mereka dapat diserap oleh usus kecil.
|
Enzim amilase dan
pepsin
|
3
|
hormon yang
merangsang kontraksi selama persalinan. Insulin mengatur glukosa dalam darah.
|
oksitosin
|
4
|
menyimpan besi dan
mengontrol jumlah yang hadir besi dalam tubuh manusia.
|
ferritin
|
5
|
membawa oksigen ke
paru-paru dan berbagai sel dalam tubuh manusia
|
Hemoglobin
|
6
|
membantu
transportasi lipid atau lemak
|
lipoprotein
|
9.
No
|
Golongan Rantai
Samping
|
Jenis protein
|
1
|
Asam amino non polar
|
-
1. Glisin
-
2. Alanin
-
3. Valin
-
4. Leusin
-
5. Isoleusin
-
6. Proline
|
2
|
Asam amino polar
|
-
1. Serin
-
2. Threonin
-
3. Sistein
-
4. Metionin
-
5. Asparagin
-
6. Glutamine
|
3
|
Asam amino bersifat
asam
|
-
1. Asam aspartat
-
2. Asam glutamat
|
4
|
Asam amino bersifat
basa
|
-
1. Lisin
-
2. Arginin
-
3. Histidin
|
5
|
Asam amino aromatik
|
-
1. Fenilalanin
-
2. Tirosin
-
3. Triptofan
|
10.
fungsi dari 3 peptida
sederhana berikut ini :
a) Insulin
Jawab :
yaitu membuka jalan
agar glukosa dapat masuk ke dalam sel untuk menghasilkan energi, menekan
produksi gula di hati dan otot, serta mencegah pemecahan lemak sebagai sumber
energi.
b) Vasopresin
Jawab :
meningkatkan
reabsorbsi air dari tubulus renal kembali ke dalam darah, dan karena itu akan
membantu mengatur volume cairan tubuh. Hal tersebut merupakan alas an vasopressin
mendapat sebutan lain sebagai hormone antidiuretik.
c) Glukagon
Jawab :
glukagon sangat
penting untuk respon tubuh terhadap kekurangan makanan. Misalnya, mendorong
penggunaan lemak yang tersimpan untuk energi dalam rangka melestarikan
terbatasnya pasokan glukosa.
Jelaskan perbedaan
reaksi edman dan reaksi sanger
Jawab :
Reaksi sanger adalah
reaksi antara gugus α-amino dengan 1-fluoro-2-,4-dinitrobenzena (FDNB). Dalam
keadaan basa lemah, FDNB bereaksi dengan α-asam amino menghasilkan
derivat 2,4-dinitrofenil atau DNP-asam amino untuk menentukan N-ujung
suatu polipeptida sedangkan reaksi edman merupakan reaksi antara α-asam amino
dengan fenilisotiosianat yang menghasilkan derivat asam amino feniltiokarbamil.
Dalam suasana asam pelarut nitrometana yang terakhir ini mengalami siklisasi
membentuk senyawa lingkar feniltuihidantoin. untuk menentukan N-ujung terminal
asam amino penyusun suatu polipeptida
13. Jelaskan fungsi
reaksi ninhidrin
Jawab :
Reaksi ninhidrin untuk
menunjukkan adanya asam amino dalam sampel zat yang diuji.
14. Tuliskan 3
jenis reaksi uji spesifik rantai samping asam amino.
Jawab :
Reaksi Edman
Reaksi Sanger
Reaksi Dansil Klorida
15.
16.
Metode Lowry merupakan
pengembangan dari metode Biuret. Dalam metode ini terlibat 2 reaksi. Awalnya,
kompleks Cu(II)-protein akan terbentuk sebagaimana metode biuret, yang dalam
suasana alkalis Cu(II) akan tereduksi menjadi Cu(I). Ion Cu+ kemudian akan mereduksi reagen
Folin-Ciocalteu, kompleks phosphomolibdat-phosphotungstat,
menghasilkan heteropoly-molybdenum blue akibat reaksi oksidasi gugus
aromatik (rantai samping asam amino) terkatalis Cu, yang memberikan warna biru
intensif yang dapat dideteksi secara kolorimetri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar